Arkadia. Diberdayakan oleh Blogger.

Kejahatan yang Mengintai Saat Melakukan Belanja Online Murah



Belanja dan manusia adalah dua kata yang nggak bakal pernah bisa pisah. Sejak zaman barter, orang udah mulai belanja. Sampai manusia mengenal yang namanya duit, model belanja pun mulai berkembang, mulai dari warung, pasar, sampai mall-mall gaul kayak sekarang. 

Tapi, untuk belanja di toko atau tempat macam mall yang konvensional, kita butuh waktu yang banyak. Gak jarang, waktu yang abis di jalan lebih banyak ketimbang waktu belanja. Belum lagi soal tenaga.  Apalagi ibu-ibu kayak saya, duh, belanja bareng Jiwo itu betul-betul menguras energi. Mau belanja sendiri? Mana punya waktu. Si baby nguwil itukan ngintil terus. hihihi

Nah, sekarang, beli barang lewat online market place bisa jadi solusi biar waktu gak kebuang banyak. Karena nggak ribet, bisa dilakuin dari mana aja, dan kapan aja. All we have to do adalah buka website yang bisa kita jadikan tempat belanja online murah dan menyenangkan.


Tapi, yang namanya dunia, gak akan bisa lepas dari orang gak bertanggung jawab. Pasar online macam ini bisa aja dijadiin tempat melakukan tindak kejahatan. Model kejahatannya sih bukan yang pake kekerasan atau semacamnya, lebih ke kejahatan halus ala dunia maya yang biasa disebut cybercrime. Satu di antaranya adalah carding, apaan tuh?

Carding adalah sebuah tindakan pencurian data diri dan informasi rekening seseorang. Nah, kalau identitas dan informasi udah dicuri, duit yang ada di rekening kita pun bisa dipake belanja sama si maling. Ngeri, yah?

Nah biar tetep aman, ada beberapa cara untuk menghindari yang namanya carding ini:

  •  Jangan bertransaksi menggunakan komputer kantor atau komputer umum. Lebih baik gunakan milik pribadi.
  • Setelah mengisikan sandi, lebih baik tidak menyimpannya.
  • Setelah login jangan lupa logout kembali, karena dari sinilah data kita bisa terambil.
Sekarang udah tau dong tipsnya? Jadi pastikan kita mempraktekkannya untuk menghindari hal-hal yang gak diinginkan terjadi. Selain kejahatan di atas, sebenernya masih ada lagi kejahatan yang terjadi saat belanja online. Misalnya aja, penipuan yang dilakukan oleh beberapa toko online palsu. 

Ya, memang susah sih untuk membedakan antara toko online palsu dengan yang asli. Tapi, ada beberapa ciri yang bisa dilihat. Pertama, toko online yang asli gak akan menawarkan harga yang murah dan gak masuk akal. Bahkan harga tersebut jauh dibawah pasaran. Harga popok setengah dari harga biasa saya beli? Ya pasti saya tinggalkan toko online itu karena sangat gak meyakinkan.

 Toko online palsu juga sering kali menggunakan identitas yang gak asli. Baik dari alamat toko yang gak jelas, maupun nama pemiliknya. Selain itu, toko online palsu juga sering berganti-ganti nomor rekening. Hal ini mereka lakukan agar jejak mereka tak tercium oleh pihak berwajib. Pinter banget yah penipu jaman sekarang. Hmm…

Itulah beberapa kejahatan yang sering terjadi pada saat belanja online. Kalau sudah mencium atau mengetahui gerak-gerik yang kayak gitu, sebaiknya urungkan niat untuk membeli. Selain itu, jangan lupa untuk selalu menjaga data diri saat melakukan belanja online murah. Agar gak terjadi hal yang tak diinginkan. Semoga bermanfaat, ya! ;)

1 komentar