Arkadia. Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenal Fungsi


Waktu Jiwo kecil, saya punya kebiasaan nyama-nyamain kebisaannya dengan yang ada di buku panduan posyandu atau modul modul parenting. Satu bulan udah bisa apa, dua bulan harusnya bisa apa, tiga bulan harusnya udah gimana... teruuuuus sampe saya capek sendiri. Dan ternyata, udah beberapa bulan ini saya capek dan berhenti buat nyocok-nyocokkin begituan. Saya merasa, yaudahlah biarkan dia tumbuh alami apa adanya. Kalau terlalu sering disama-samain dengan modul atau apalagi sama anak orang, rasanya anak sendiri gak ada bagusnya. Anak orang udah bisa inilah itulah, kok anak saya belum? Lah, daripada terus-terusan pusing sama hal gituan, let it flow aja. Biarkan dia tumbuh sebagaimana harusnya dia tumbuh.

Nah, di usianya yang udah 15 bulan ini, perkembangan Jiwo makin buanyak. Salah satunya adalah dia sudah mengenal fungsi. Awalnya, saya gak terlalu ngeh dengan perkembangannya yang ini, tapi suatu hari saya dibuat kaget dengan dia mengambil bando di meja depan lalu berusaha memakainya di kepala sendiri. Saya langsung ngeh dan sumingrah. Alhamdulillah.. ternyata anak saya diam-diam memperhatikan sekitarnya dan berusaha meniru.

Jadi, sekarang, anak gembul saya sudah mengerti sepatu itu untuk apa dipakai dimana, handphone itu dipencet dulu lalu ditaruh di telinga sambil ha ho ha ho, baju itu buat dipakai dan masuknya lewat kepala, buku itu buat dibaca halaman per halaman, kamera bapak itu harus ikut saat bapak berangkat kerja, topi itu untuk menutup kepala, sisir itu untuk menarik narik rambut, bahkan kuncir rambut, dia tau kalau itu dipakai di kepala saya dan dikubet-kubet dulu.

Saya gak tau usia 15 bulan itu memang seharusnya bisa begini atau tidak, tapi melihat anak-anak tetangga.. saya melihat Jiwo ini selangkah di depan soal mengenal fungsi. Anak tetangga saya usianya hampir 2 tahun tapi lihat kursi masih dipanjat lalu dibuat berdiri atau di dorong-dorong. Sedangkan Jiwo, dia tau kalau kursi untuk duduk dan bisa dibuat main dorong-dorongan kalau dia meminta orang dekatnya mendorong. Atau soal mainan, anak tetangga saya yang usianya hampir 2,5 tahun, segala mainan yang ditemui dilempar-lempar dan dibanting. Jiwo, dia tau bola untuk ditendang, mainan piano mini untuk dipencet-pencet, drum plastik untuk dipukul, boneka untuk dipeluk dan bahkan dia tau kalau mainan yang sudah selesai harus dimasukkan lagi ke box nya.


Entahlah kalau berlebihan.. tapi, walaupun Jiwo belum bisa jalan dan bicaranya masih ha he ho ha he ho, bagi saya dia punya kecerdasan yang tidak dimiliki balita lain seusianya. Alhamdulillah... :)

Dan yang paling andalan adalah, dia kenal betul fungsi kain gendong. Untuk diambil, diseret supaya dekat dengan pengasuhnya lalu merengek minta main keluar! hahahahaha *uyel uyel*

1 komentar