Arkadia. Diberdayakan oleh Blogger.

Rambut Rontok Pasca Persalinan

Dua bulan setelah melahirkan, saya diserang rasa parno luar biasa. Namanya baru jadi Mama kan ya, mana ngerti kalau tubuh setelah melahirkan itu mengalami banyak perubahan yang sebagian besar, me-nye-dih-kan. Haks. Ya perut jadi berlipat, ya kulit jadi kasar dan kusam, ya selulit dimana-mana, ya rambut rontok pasca persalinan, satu-satunya perubahan yang saya syukuri adalah payudara membesar jadi super-montok. Muahahaha Sisanya, me-nye-dih-kan x)


Urusan kulit kusam, berlipat, kasar dan selulitan, saya bahas kapan-kapan ya.. sekarang saya mau bahas dulu soal musim gugur yang pindah ke kepala. Jadi, saya juga baru tau, kalau perempuan yang baru melahirkan itu rambutnya bisa rontok super-duper-hyper-megatron parah. Sekali sisiran, rambut yang rontok bisa sampai 100 helai. Suer, saya pernah ngitung. Belom lagi kalau keramas, haduh, lubang air kamar mandi saya sampai mampet gara-gara rambut.

Hadiah dari Aubrey


Inget bayi perempuan bernama Aubrey yang pernah saya bahas di postingan tentang Rumah Ramah Rubella?

Scooter Baru


Berhubung emak bapaknya kere berkepanjangan, selama ini Jiwo kalau main sama temennya, suka rebutan motor-motoran atau kereta mainan yang bisa dinaikin. Kadang, sepeda atau kuda-kudaan. Pokoknya semua mainan yang bisa dinaikin, Jiwo pasti suka dan rebutan! Ngeliat Jiwo kayak gitu, saya tentu kasian dan pengen banget beliin ya.. Tapi, mainan gituan kan gak murah!Mainan temennya yang kereta-keretaan plastik bisa dinaikin itu, harganya 900ribu! Weeew... duit darimanaaaah >.<

Kerja

Saya dan suami bukan pasutri horang kayah yang duitnya tinggal gesek atau pencet atau kentut. Harga susu dan pampers dan makan dan kebutuhan hidup lain yang gak bisa dibeli pake daun, mau gak mau memaksa kami untuk sama sama bekerja. Iya, saya dan suami harus sama-sama mencari nafkah. Demi hidup, kami setuju tidak setuju, merelakan anak satu-satunya, dirawat oleh pengasuh.

Ngeringkel

Balita lain, kalau lagi males belajar jalan atau titah, biasanya ngapain? Ada gak sih yang nemu aja cara jitu males jalan dengan ngeringkelin kakinya di kaki emaknya? Iya, kayak anak saya ini nih. Si Jiwo. Gak ngerti siapa yang ngajarin, bisa-bisanya dia inisiatif untuk ngeringkel kayak anak onyet begitu kalo lagi males jalan. Hahahaha ada ada aja ya :D


Kalau lagi main di luar naik stroller, suka ada tetangga kepo yang rewel "Jangan naik stroller terus, mbak! gimana mau bisa jalan kalau gak dilatih". Biasanya sih saya cuma jawab dengan senyum cantik, padahal di hati pengen banget ngemeng "lo gak tau kaaaan... anak gueeeh.. selalu punya cara buat ngasih tau kalo dia lagi males belajar jalan... grrrrr".

Dibalik Nama Sujiwo Arkadievich Pramukti


Postingan kali ini, adalah jawaban dari pertanyaan banyak orang: 

Apa makna dibalik nama Sujiwo Arkadievich Pramukti? 

Saya juga gak tau kenapa orang-orang pada penasaran, padahal seinget saya, belom pernah ada orang yang pengen tau nama saya artinya apa. Mungkin nama saya pasaran kali ya, jadi pada bodo amat X)

Baiklah, saya mencoba menjawab. Bukan bukan, bukan saya. Tapi kami. Karena postingan ini ditulis oleh dua orang, saya dan suami. Bapak ibu dari Sujiwo Arkadievich Pramukti. Ini akan panjang, dan sedikit puitis mendekati lebay. Haks :))

Sujiwo Arkadievich Pramukti, nama ini kami racik di beberapa bulan sebelum kelahirannya. Tapi, spesial Sujiwo, adalah doa yang sudah kami siapkan bertahun-tahun sebelum saya hamil. Apapun rangkaiannya nanti, nama anak laki-laki kami adalah Jiwo. Bahkan mimpi tentang anak laki-laki dengan nama ini sampai saya abadikan menjadi tokoh utama sebuah dongeng di sebuah buku, dua tahun sebelum kelahirannya. Kami sudah sangat lama mempersiapkan nama untuk kehadirannya, dan hari ini kami memeluk wujud terindahnya :')

Langkah Pertama

Setelah merangkak, jengking-jengking, nungging-nungging, nyungsep-nyungsep. Akhirnya, Jiwo melakukan langkah kakinya untuk pertama kali. Tanpa bantuan, tanpa pegangan, tanpa banyak-banyak, cuman selangkah trus ambruk lagi. Muahahaha

Gak apa, sayaaaang... Ibu udah bangga banget ngeliatnya. Besok-besok dicoba lagi yaaa..


Ini langkah pertama Jiwo, 14 Januari 2014. 30 hari sebelum ulang tahun ibunya. Haks. Penting banget :)) Ini amazing banget lho, Jiwo melakukan langkah pertamanya pas banget saat saya lagi jeprat jepret mau ngambil gambar dia dengan setelan andalannya. Dia melangkah dan kefoto. Langkah pertama anak saya terekam kamera. Subhanallah banget yes? :')

Postingan ini ditulis tanggal 4 february, sekarang langkahnya udah mulai banyak.Ya, dua kadang tiga. Abis itu? tentu saja gabruk lagi. Hahahaha Semangat, Dek!

Belajar Tidak Merebut dengan "Minta..."

Namanya juga balita yah, belum ngerti namanya barang milik sendiri dan orang lain. Apapun yang dia suka, sekalipun itu punya orang lain, ya bisa seenaknya aja dia rebut dan dia hak-milik-in. Sekali lagi, namanya juga balita. Semua barang di dunia adalah miliknya. Muahaha

Nah, saya sadar betul, mengajari balita tentang kepemilikan itu agak sulit. Jiwo susah sekali membedakan mana barang miliknya dan mana milik orang lain. Makanya, daripada dia terus-terusan ngerebut mainan temannya atau main rebut aja makanan orang lain, saya mengajarinya untuk sopan dalam meminta.