Arkadia. Diberdayakan oleh Blogger.

30 Hari yang Seru Bersama Morinaga MI PlayPlan


Waktu saya ke mall bersama Jiwo beberapa waktu lalu, kami ditawari bermain pasir warna-warni oleh seorang mbak-mbak. Karena melihat Jiwo yang sudah lelah menemani saya belanja, akhirnya saya setuju untuk duduk dan bermain. Jiwo memilih gambar kereta Thomas untuk diwarnai dengan pasir, selama bermain, dia sibuk bercerita tentang kereta Thomas yang katanya tabrakan dengan Brewster dan Tayo. Padahal, Brewster adalah tokoh dalam serial Chungginton dan Tayo adalah bis dalam serial Tayo The Little Bus. Keduanya, dalam tayangan aslinya, bukan teman Thomas.

Sembari tangannya sibuk, mulut Jiwo juga gak berhenti berbicara. Setelah tabrakan, Thomas pulang ke stasiun, Brewster ke dipo, dan Tayo ke terminal. Thomas warnanya biru, seperti Tayo, makanya mereka teman. Brewster warnanya merah, seperti mobil Jiwo. Tayo pulang naik kereta (bis naik kereta hahaha), dan Thomas naik kuda.

Cool Kid Wears Cool Tees


Buat saya, balita dan kaos adalah dua hal yang gak bisa dipisahkan. Kaos itu senyaman-nyamannya pakaian anak. Sejak bayi, lemari Jiwo dipenuhi puluhan kaos. Dari yang biasa, yang lekbong, yang ditemplokin boneka di depannya, yang ada kantongnya, bahkan yang glitter-glitter dan warnanya pink. Serius xD

Kebetulan, saya seneng banget baju anak yang bisa 'bicara', itu keren dan terlihat jenius. Kaosnya Jiwo kebanyakan gak ada gambarnya, tapi tulisan-tulisan yang mewakili dia atau keluarga kami. Jadi selain untuk melindungi tubuh, kaos yang dipakai Jiwo juga punya fungsi lain. Buat alat branding, promosi, atau sebagai media kami protes atas apa yang menurut kami gak pas di masyarakat. Kenapa gak kaos kami yang digituin? Karena kaos dewasa yang 'bicara' sudah terlalu mainstream. Hahahaha

Review: Sepatu JD Kids


Hubungan saya dan sepatunya Jiwo, boleh dibilang sedikit istimewa. Karena jauh sebelum Jiwo lahir, namanya dan sepatu lah yang saya jadikan tokoh utama dalam sebuah buku dongeng. Buat saya, sepatu anak bukan sekedar soal alas kaki yang dia pakai. Lebih dari itu, sepatu adalah soal langkah. Tentang apa yang akan bersamanya saat dia menempuh jarak, menapaki medan, dan menaklukan hidup itu sendiri.

Berdamai dengan Tukang Cukur

Tsaelah judulnya khaaaan xD

Jadi sejak lahir, Jiwo itu selalu dicukur sama saya atau bapaknya. Pernah sekali dibawa ke tukang cukur di deket rumah eyangnya (mertua saya), nangisnya ampun deh. Awalnya sih manis banget mau masuk tempat cukur trus planga plongo, pas mesin cukurannya dinyalain, kontan dia jerit-jerit dan selama proses cukur saya jadi kebanjiran air mata, keringet dan ingus.

Kedua kali, pernah bapaknya gegayaan ngajak Jiwo cukur berdua. Ceritanya dad and son quality time gitu. Naik motorlah mereka ke barbershop, karena sejak di rumah Jiwo sudah setuju buat cukur. Dia minta sogokan surprised egg (telor-teloran), dan bapaknya setuju. Sogokan udah di tangan, perjalanan ke barbershop lancar riang gembira, sampai depan barbershop Jiwonya pucet. Hahahahaha Kayaknya dia ngeliat mesin cukuran yang buat dia horor itu, dan jiper. Trus dengan wajah sok oke dia bilang "Bapak.. Pulang aja yok.." x)))

Inspirasi Gaya untuk Balita

 

Masih balita, harus banget bergaya? HARUS DONG! Saya sih sadar betul saya ini mamah muda yang selalu ingin terlihat stylish, lipstick aja saya mah harus mecing sama baju. Ya masa anaknya dibiarin pakai baju seadanya? Nanti malah dikira anak orang, Pevita sedih :(

Anak yang Hidup Dimana Saja


Saya adalah mamah muda yang sering banget diomelin orang soal pengasuhan anak. Ya eyangnya, pengasuhnya, bahkan ibu-ibu gak tau siapa ketemu di tempat umum, pasti adaaa aja yang ditegur dari cara saya memperlakukan anak. Dari mulai Jiwo yang saya biarin selalu minum air dingin, saya yang malah ketawa-tawa saat Jiwo kepedesan makan sambel, saya yang gak pernah bawa Jiwo ke dokter padahal panasnya sudah tinggi, sampai saya yang membiarkan Jiwo main apapun dimanapun asal dia bahagia.

Fun Recipes with Morinaga Chil-Go!



Belakangan ini, Jiwo lagi suka buanget sama yang namanya ngemil. Tapi, dia pemilih, maunya cuma sama yang manis-manis dan lembek-lembek kayak cokelat, jelly, es krim dan biskuit yang mengandung krim (iya, buat dijilatin krimnya doang -_-). Daya juangnya buat mendapatkan cemilan itu, ada di level: diem-diem di pojokan lagi makanin gula. Serius, gula pasir! Duh, dek, sejak kapan kamu berevolusi jadi... semut?

Tapi saya enggak terlalu khawatir, soalnya dia tetap doyan makan dan minum susunya tetap kuat. Jadi, sekarang tugas saya cuma memastikan kalau cemilan Jiwo setidaknya bergizi dan gak cuma manis doang. Saya mulai melarang hobinya ke warung untuk cokelat dan es krim, dan berusaha menyediakan cemilan rumahan untuk dia. Berhasil? Ya lumayan.. Walaupun jauh lebih enak ngebiarin dia ke warung dan anaknya anteng sebenernya, tapi kan saya mama solehah, jadi bikin sendiri lah yaaa.

Ini beberapa resep seru kesukaan Jiwo. Kesukaan Jiwo dan ibu bapaknya, maksudnya. Okesip.

Drama Persapihan (2): Nenen Punya Adik Bayi

Tiga tahun dua bulan, masih nenen? MASEEEEH xD

Setelah drama persapihan pertama berakhir sengit, saya berusaha coba cara lain untuk melepaskan Jiwo dari nenen ginuk ginuk saya ini. Dulu, banyak yang mengajari saya tentang weaning with love, sapihnya pakai cinta, kesabaran, dan kesungguhan. Sebelum saya praktek menyapih balsem yang bikin pengen nabok itu, saya praktekin wwl ini duluan sebenernya. Tapi gatot. Nah setelah tragedi balsem, saya semacam dapat hidayah, mungkin memang harus pakai cara baik-baik. Okelah, kita kembali pada wwl.