Arkadia. Diberdayakan oleh Blogger.

Marah pada Anak, Perlukah?

Dalam rangka sadar ini jadi orang tua baru, saya ini hobi banget baca-baca artikel soal pengasuhan anak. Satu yang paling menancap di benak saya, adalah bahwa sekali kita membentak anak, maka akan mematikan jutaan sel di otaknya. Di artikel-artikel lain, ada kisah-kisah nggampar yang intinya, ngasih tau kalau marah pada anak itu gak ada gunanya sama sekali. Memarahi di sini termasuk meninggikan suara ketika menghadapi anak nakal atau berulah sesukanya.

Saya menelan plek semuanya. Sampai hari ini, saya dan suami juarang banget marah sama Jiwo. Senakal apapun Jiwo, marah kami paling hebat sebatas meninggikan suara atau menyentil pelan telinganya. Itupun gak sampai 5 menit setelahnya, kami langsung minta maaf. Gak tega lihat Jiwo tiba-tiba diam karena melihat kami marah. Biasanya, kami langsung memeluknya dan meminta maaf berkali-kali. Kejadian seperti ini jarang terjadi. Kalau Jiwo nakal, yang paling sering saya lakukan adalah memeluknya dan memberi tahunya kalau anak baik tidak begitu.

Panggung Dongeng dari Eyang Winda


Kalau ada award Mama Ter Gak Kreatif Soal Mainan Anak, saya pasti juara bertahan. Ibarat hari senin sampai minggu, saya keabisan ide soal mainan Jiwo ya senin sampai minggu. Tiap hari! Ngahahaha Etapi saya usaha lho.. Saya punya beberapa buku aktivitas balita atau buku kreasi bersama balita. Ada juga beberapa buku kumpulan resep sama anak. Tapi entah tuh, Jiwo gak pernah bener-bener tertarik dan gak pernah bertahan lebih dari setengah jam. Dia tetep balik ngorekin tanah lagi atau nonton video Tayo kesukaannya. Ketidak kreatifan saya jadi serasa dapet dukungan. Muahahaha alasaaaan!

Sujiwo Dot Com



Saya sudah lama sekali ingin merombak blog ini supaya lebih enak dilihat dan mudah diingat. Tapi namanya saya ya, kere-nya lebih menonjol dibanding keinginannya. Hahahaha Jadi rencana merombak blog ini tertunda sungguh sangat lama sekali banget. Beuh. Ya gak karena biaya juga sih, namanya saya (lagi) terkenal banget malesnya gak ada yang ngalahin. Hah!

Kaos Anak Muslim Keren


Saya dan suami memang bukan orang tua yang relijius. Boro-boro, malah kami sering terlihat nyeleneh, sembarangan dan jauh dari agama. Kami memang gak menerapkan gaya pengasuhan berbasis agama di rumah. Yang kami terapkan, adalah selalu memberi tahu Jiwo untuk menjadi manusia baik. Selalu mengucapkan tolong, maaf dan terimakasih, menolong orang lain, rajin berbagi, dan berdoa pada Tuhan saat susah maupun senang. Hal-hal kecil dan sederhana, tapi kami selalu memaksa Jiwo untuk melakukannya karena bagi kami itu penting. Dan kami, memaksa Jiwo dengan cara kami sendiri, tidak meminta langsung atau menyuruh. Lebih kepada memperlihatkan dia bahwa menjadi manusia baik, adalah kebutuhan.

Resep Seru untuk Si Kecil



Jiwo, memang bukan anak yang ribet soal makanan. Dia tipe balita predator, apa aja dimakan. Termasuk mie instan kuah dikasih potongan cabe rawit, dia lahap! Muahahaha jangan ditiru. Tapi, sebagai mamah muda paling mengerti keluarga, sekali-kali saya seneng juga bikinin dia makanan spesial selain makanan utama dia sehari-hari. Semacam cemilan atau minuman segar, gitu.. Tapi pakai special, pakai cinta dan resep khusus. Tsaelah!

Serunya Mengajak Balita Berkebun


Sejak punya rumah dengan halaman luas, saya dan suami memang sepakat untuk memulai perkebunan rumahan. Kami memakai metode FAITH (Food Always In The Home), metode pertanian Philippine yang gampang-gampang susah. Intinya, pertaninan FAITH ini adalah dari rumah untuk rumah. Jadi, sudah 4 bulan terakhir ini kami menanam sendiri sayur-sayur kami.

Namanya berkebun di rumah, pasti dong seluruh penghuni rumah jadi ikutan, termasuk Jiwo dan pengasuhnya. Saya dan suami bergantian mengurus serta merawat tanaman-tanaman. Pengasuhnya Jiwo, kebagian menyirami setiap pagi dan sore, plus sapu- sapu halaman 2 hari sekali. Nah, si Baby Nguwil yang ngocol itu, dapat bagian ngerecokin sambil belajar. hihihihi

Balita Bercerita

Sejak bayi, Jiwo sudah dibiasakan untuk mendengar cerita atau percakapan dalam jumlah banyak. Ceritanya macam-macam, kadang pakai boneka tangan, boneka jari, mainan mobil-mobilan, atau sekedar gambar-gambar di smartphone saya. Pokoknya, dalam sehari, Jiwo bayi pasti ada saat diceritakan atau diajak bercerita bersama. Bisa cuma 10 menit, atau kalau saya lagi selow bisa sampai berjam-jam kami masuk 'dunia lain'. Apalagi kalau saya dan bapaknya sama-sama lagi santai, kami bertiga bisa seru sahut-sahutan cerita apa aja. Ya, apa aja :D

Dua Tahun

Hya amplooop... Udah sebulan lewat, saya belom juga nulis tentang ulang tahun ke 2 nya Jiwo. Maaf ya dek... Ibu lagi super-rempong sama skripsi. Jadi lupa sama blog kamu :(

Akhirnya, Jiwo ulang tahun ke 2 dengan potong kue dan tiup lilin seadanya. Dan yang bikin bahagia, teman dekat saya berhasil menemukan hiasan kue berbentuk Thomas di toko kue yang dia ubek-ubek seharian. Yay! Terimakasih tante Susi... Acara ulang tahunnya super duper sederhana. Cuma ada Jiwo, saya, bapaknya dan Tante Susi (temen saya). Kami tiup lilin dan potong kue ala kadarnya, kuenya pun beli di toko kue deket rumah. Pokoknya bener-bener sederhana tapi hangat :)