Dalam rangka sadar ini jadi orang tua baru, saya ini hobi banget baca-baca artikel soal pengasuhan anak. Satu yang paling menancap di benak saya, adalah bahwa sekali kita membentak anak, maka akan mematikan jutaan sel di otaknya. Di artikel-artikel lain, ada kisah-kisah nggampar yang intinya, ngasih tau kalau marah pada anak itu gak ada gunanya sama sekali. Memarahi di sini termasuk meninggikan suara ketika menghadapi anak nakal atau berulah sesukanya.
Saya menelan plek semuanya. Sampai hari ini, saya dan suami juarang banget marah sama Jiwo. Senakal apapun Jiwo, marah kami paling hebat sebatas meninggikan suara atau menyentil pelan telinganya. Itupun gak sampai 5 menit setelahnya, kami langsung minta maaf. Gak tega lihat Jiwo tiba-tiba diam karena melihat kami marah. Biasanya, kami langsung memeluknya dan meminta maaf berkali-kali. Kejadian seperti ini jarang terjadi. Kalau Jiwo nakal, yang paling sering saya lakukan adalah memeluknya dan memberi tahunya kalau anak baik tidak begitu.




