Arkadia. Diberdayakan oleh Blogger.

Liburan ke Lokawisata Baturraden


Dari rumah kami ke Lokawisata Baturraden, kalau naik mobil atau motor, enggak sampai 15 menit. Deket banget! Tau Lokawisata Baturraden, kan? Itu lho.. wisata air terjun di kaki Gunung Slamet. Lokasinya ada di ujung kota Purwokerto. Kota kami :)

Hadiah dari Kakak Bo et Obi



Belum lama ini, saya menang giveaway di blog salah satu teman. Namanya tante Indah. Kata pengumuman sih saya dapat tempelan kulkas dari New York dan Myanmar. Saya seneng buanget.. karena selama ini gak pernah punya tempelan kulkas, apalagi dari luar negeri. Suka iri liat temen saya yang hobi postcrossing, sering dapet tempelan kulkas dari berbagai negara. Kan pingin juga kulkas saya ada hiasan dari negara orang gitu.. Kalo tetangga dateng kesannya sering kemana-mana, jadi bisa pamer pamer padahal saban hari di rumah doang. Hahahaha modus bener x))

Suleten, Mitos dan Faktanya


Awalnya, saya kira Jiwo cuma beruntusan biasa. Biang keringat atau semacamnya. Ternyata semakin hari, beruntusannya semakin banyak dan jadi besar-besar. Bentuknya juga gak seperti biasanya, jadi seperti luka kebakar atau melepuh. Kata eyangnya (mertua saya), Jiwo ini Suluten, atau ada yang bilang juga Suleten. Menurut orang Jawa, Suleten ini karena ada pakaian Jiwo yang terbakar, jadi kulit Jiwo ikut melepuh. Saya lantas mikir, apa hubungannya?

Gak mau dikalahkan rasa bloon. Saya pun cari tau banyak-banyak soal Suleten ini. Berikut informasi yang berhasil saya keruk.

Bisa Jalan

Akhirnyaaaaa....
Setelah penantian sampai dinyinyirin tetangga sana sini, ditelfonin seminggu tiga kali sama eyangnya, disabetin sama tukang pijetnya, dibeliin baby walker sama tantenya, digalauin sama pengasuhnya, Sujiwo Arkadievich Pramukti, tepat tanggal 28 Maret 2014, BISA JALAAAAAAAN :D

Alhamdulillah....
Sejak bisa jalan, setiap waktu luang, gak pagi gak siang gak sore gak magrib-magrib, saya gak ada berentinya ngajak dia muter-muter komplek sampai ngos-ngosan. Ngapain? Pamer ke tetangga-tetangga doooong. Hahahahaha mohon dimaklumi mamah muda salah gaul yang satu ini yah x)



Ini ada sedikit videonya lagi jalan. Biar gak dibilang hoax gitu, hihihihi. Sebenernya ini cuplikan-cuplikan video buat ikutan lomba video produk baby wipes di facebook. Tapi, entah kenapa tiba-tiba males. Males aja gitu video saya sama Jiwo jadi bahan promosi gratisan produk orang. Belom tentu menang juga kan.. Yasudahlah, beberapa klipnya saya potong-potong trus saya bikin ginian. Lumayan kan buat pajangan di blog, pamer ke pembaca kalau anak saya beneran udah bisa jalan. Muahahahaha. Misi ah, mau lanjut keliling komplek x)

Rambut Rontok Pasca Persalinan

Dua bulan setelah melahirkan, saya diserang rasa parno luar biasa. Namanya baru jadi Mama kan ya, mana ngerti kalau tubuh setelah melahirkan itu mengalami banyak perubahan yang sebagian besar, me-nye-dih-kan. Haks. Ya perut jadi berlipat, ya kulit jadi kasar dan kusam, ya selulit dimana-mana, ya rambut rontok pasca persalinan, satu-satunya perubahan yang saya syukuri adalah payudara membesar jadi super-montok. Muahahaha Sisanya, me-nye-dih-kan x)


Urusan kulit kusam, berlipat, kasar dan selulitan, saya bahas kapan-kapan ya.. sekarang saya mau bahas dulu soal musim gugur yang pindah ke kepala. Jadi, saya juga baru tau, kalau perempuan yang baru melahirkan itu rambutnya bisa rontok super-duper-hyper-megatron parah. Sekali sisiran, rambut yang rontok bisa sampai 100 helai. Suer, saya pernah ngitung. Belom lagi kalau keramas, haduh, lubang air kamar mandi saya sampai mampet gara-gara rambut.

Hadiah dari Aubrey


Inget bayi perempuan bernama Aubrey yang pernah saya bahas di postingan tentang Rumah Ramah Rubella?

Scooter Baru


Berhubung emak bapaknya kere berkepanjangan, selama ini Jiwo kalau main sama temennya, suka rebutan motor-motoran atau kereta mainan yang bisa dinaikin. Kadang, sepeda atau kuda-kudaan. Pokoknya semua mainan yang bisa dinaikin, Jiwo pasti suka dan rebutan! Ngeliat Jiwo kayak gitu, saya tentu kasian dan pengen banget beliin ya.. Tapi, mainan gituan kan gak murah!Mainan temennya yang kereta-keretaan plastik bisa dinaikin itu, harganya 900ribu! Weeew... duit darimanaaaah >.<

Kerja

Saya dan suami bukan pasutri horang kayah yang duitnya tinggal gesek atau pencet atau kentut. Harga susu dan pampers dan makan dan kebutuhan hidup lain yang gak bisa dibeli pake daun, mau gak mau memaksa kami untuk sama sama bekerja. Iya, saya dan suami harus sama-sama mencari nafkah. Demi hidup, kami setuju tidak setuju, merelakan anak satu-satunya, dirawat oleh pengasuh.